Sunday, 6 October 2013

HUMAS?? Why Not!!



Semoga belum “terlambat” saya posting tulisan ini :D *aslinya TERLAMBAT banget. Maaf maaf baru sempet posting dikarenakan kesibukan akhir pekan lalu. Harap dimaklum, Terima kasih.
 Humas LDKM 2012

Sekitar satu tahun yang lalu, tepatnya akhir bulan Mei 2012 kami kedatangan tamu dari salah satu provider telepon ternama. Dari pihak provider tersebut sedang mencari kegiatan di sekolah ataupun kampus untuk di sponsori. Seperti gayung bersambut, kamipun langsung mengambil tindakan untuk merealisasikan salah satu program kerja Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2012 dari Departemen Sosial yaitu, Seminar Public Speaking.

Persiapan mendadak?? Proposal yang diajukan terlalu terburu-buru?? Bisa dikatakan seperti itu. Namun karena kami telah sepakat untuk menyelenggarakan acara ini, liburan pekan sunyi terpangkas untuk mempersiapkannya secara matang. Saat itu juga kami langsung mengadakan rapat terbatas pengurus antar departemen. Kepanitiaan disusun berdasarkan bakat dan minat. Mengapa seperti itu?? Karena ketua pelaksananya sendiri menginginkan tim yang solid dan dapat bekerjasama dengan baik agar hasilnya maksimal, Febby Noor Fadhilah. Selain itu juga panitia yang berada di dalamnya dapat menyenangi dan nyaman dengan amanah yang diberikan. Itu artinya mereka dapat bertanggung jawab dengan tugasnya masing-masing.

bersama ketua pelaksana dan sekretaris
foto: galery BEM UPI Kampus Cibiru 2012


Kepanitiaan telah terbentuk dan saya memilih sebagai HUMAS. Humas dalam acara Seminar Public Speaking merupakan debut saya dalam suatu kepanitiaan. Humas? Why not!! Saya memilih sebagai humas karena saya dapat mengeksplorasi kemampuan saya sendiri dalam hal berbicara pada orang-orang terkait. *kata temen-temen sih cerewetnya saya harus bisa disalurkan :p. Untuk itu menjadi humas salah satu sarana untuk menyalurkan kemampuan saya dalam hal berbicara di depan orang banyak. 

Hal yang menurut saya lucu dan tertawa itu saat menerima balasan dari salah satu pemateri. Saya sendiri sudah lupa bagaimana isi pesannya, tapi di akhir pesan bertuliskan “Terima kasih Akhi..”. Sontak saya tertawa kecil, karena beliau menyangka kalau saya ini seorang laki-laki. Pada awalnya memang bukan saya yang menghubungi beliau. Baru pertama kali saya dipanggil “Akhi” padahal saya sendiri seorang perempuan. Hahaha. Saat pelaksanaan mungkin beliau kaget karena tim humas kami semuanya perempuan :). Kejadian seperti ini berulang saat saya kembali menjadi humas dalam acara LDKM. Lucu nan berkesan ^_^.
 bersama ketua pelaksana LDKM 2012 (Lunch time)


Ketika menjadi humas dalam acara LDKM, saya sempat ditegur oleh KaProdi di kampus. Karena pada saat itu, saya sudah memasuki semester 7 dan harusnya sudah fokus pada proposal skripsi saya. Saya tetap mengimbangi antara kegiatan perkuliahan dan organisasi agar semuanya berjalan beriringan. Namaun itu bukan kepanitiaan terakhir saya, karena di akhir kepengurusan BEM periode 2012 saya kembali menjadi humas dan dokumentasi dalam kegiatan Bakti Sosial. Harus saya akui kalau peran saya di sana jauh lebih banyak mendokumentasikan kegiatan ketimbang menjadi humas sendiri. tapi saya senang dan enjoy :D
 


“Sesuatu pekerjaan yang dilakuan dengan hati yang ikhlas, hasilnya pun akan maksimal”

Thursday, 26 September 2013

Long Time No See ^_^

Hai.. Long time no see ^_^
Aku masih terdiam dan tersenyum manakala kau menyapaku kembali.
Seolah tak percaya kalau kini kau berada dihadapanku.
Ternyata kamu masih ingat sama aku.
Hai kamu, teman lamaku :)
Banyak yang sudah berubah darimu.
Semenjak kau pergi menjauh dariku.
Kapan terakhir kita berbincang seperti ini, kawan??
Satu bulan yang lalu atau beberapa bulan yang lalu?
Ahh... sudahlah, aku sudah lupa kapan kita bercengkrama seperti ini.
Sekarang kamu lebih tertutup ya?
Masih ingat ngga, dulu kamu sering bercerita banyak hal?
Tapi akhir-akhir ini kamu menghilang tanpa kabar.
Aku dengar kamu sudah mempunyai teman baru untuk berbagi cerita.
Hai.. kawan, aku masih tetap disini.
Tak sedikitpun berubah, meskipun aku dan kamu sudah berjalan masing-masing.
Aku tetap disini, disampingmu, kawan.
Aku akan tetap seperti itu.
Please walk beside me to be my friend ^_^
Senang dapat bertemu kembali denganmu, kawan.


Sore yang indah
Menatap lembayung senja yang kemerahan
Semoga kamu bahagia disana :)

Saturday, 7 September 2013

LUPA BAYAR ONGKOS ANGKOT/BIS KOTA??



Setiap orang pasti memiliki kenangan tersendiri semasa kuliah. Ada yang manis ataupun pahit, bahkan hal kecil pun bisa jadi kenangan tak terlupakan. Contohnya lupa memayar ongkos angkot ataupun bis kota. Disini saya akan mencoba berbagi seputar pengalaman beberapa rekan-rekan yang pernah menaglami hal seperti itu. Mari kita simak bagaimana pengalaman mereka sampai lupa tidak membayar ongkos angkot/bis kota.

Kang Fatahilah S, “saya pernah lupa ngga bayar ongkos bis kota karena keasikan ngobrol sama penunmpang yang lain. pada saat itu juga suasana bis kota penuh sesak.”

Sulastri Nababan, “kalau saya mah lupa ngga bayar ongkos angkot. Pas mau bayar, malah angkotnya udah pergi, jadi ngga bayar deh.”

Kalau Poppy Samratu lebih konyol, karena selama satu semester sampe ngga bayar ongkos bis karena kondekturnya ngga mau menerima uang yang dia berikan. Ada maksud terselubung sepertinya. Hehe. Tapi dia mencoba untuk membayar langsung pada supir bisnya.

Sesekali lupa ngga bayar ongkos bis/angkot wajar aja. Tapi kalau sampai keseringan itu sedikit aneh. Hehe. Nah kalo saya sendiri gimana? Tentu pernah mengalami hal seperti ini. Alasan ngga bayar juga karena ngga ada kembalian pas kasih uang itu ke kondektur, kadang juga karena memang kondekturnya lupa ngga nagih dan saat itu juga udah mau turun juga.

Sekarang jangan sampai terlupa untuk membayar ongkos angkot/bis kota. Itu hal kecil, tetap harus membayarnya. Sedikit tertib gitu. Kalau ngga bayar karena alasan yang lain, anda sedang beruntung saat itu. Ini sedekar berbagi pengalaman saja. Apakah anda mengalaminya juga??