Saturday, 26 July 2014

Meet As-Sakhiy



Dua tahun lalu tepatnya tanggal 26 Juli 2012, saya sedang berada di tempat KKN di Kecamatan Cibiuk, Garut. Selepas Shubuh saya mendapat pesan dari Tante kalau Teh Gemi sudah melahirkan seorang anak laki-laki. Huoooo ..... senang sekali saat itu. Sampai lompat dari kasur terus lari ke ruang tengah dan masih membawa selimut. Haha. Alhamdulillah bertambah satu lagi keponakan saya. Tak lama kemudian, sodara saya mengirimkan foto de Sakhiy. Betapa lucunya dia. Ga sabar pengen ketemu. Sampai ide spontan terlontar kalau selesai KKN saya langsung pulang ke Boyolali, setelah Uwa datang dari Bandung, baru saya pulang ke Purwokerto.


Tahun 2012 udah berasa liburan tour de Java. Rencana saya itu langsung disambut baik oleh Teteh dan atas izin Mamah tentunya. It’s my first time melakukan perjalanan jarak jauh sendirian naik bis malam. Biasanya kalau pergi juga Bandung-Purwokerto dan siang hari. Haha. tepat satu minggu setelah KKN saya berangkat menuju Boyolali. *mudik mudik lewat pantura. Yeah... melewati beberapa kota yang sebelumnya hanya melihat dari berita di TV mengenai arus mudik di kawasan Pantura. Padahal macetnya cuma di Batang aja.
Tepat pukul 8 pagi saya menginjakkan kaki di terminal Boyolali. Ternyata rumah Teteh tuh ngga jauh dari terminal, 10 menit juga sampai. Yeyeye... ketemu juga sama Sakhiy (っˆ зˆ)ε ˆ) meskipun terasa lelah (¯―¯٥).

Di tahun berikutnya 2013, saya kembali ke Boyolali untuk persiapan tes CPNS di Salatiga. Meet Sakhiy again. Dari kecil udah deket sama tantenya, lama ga ketemu ge lulut deui wae. Setahun berlalu sekarang dia bertambah lucu dan udah bisa jalan. Sepertinya saya yang paling sering bertemu dengan Sakhiy. Maklum karena jarak antara Purwokerto – Boyolali lumayan dekat bila ditempuh dengan kereta api. Setiap ada acara diusahakan untuk mampir ke Boyolali. Sampai ngga ada bosennya kesana. Melewatkan ulang tahun pertamanya dan hari ini usianya tepat dua tahun. Happy birthday As-Sakhiy semoga panjang umur, jadi anak yang sholeh dan membanggakan Abi dan Umi. Amin amin.


Tahun depan setelah tante menyelesaikan tugas mengajar di daerah 3T, tante liburan lagi ke Boyolali sekalian ke Yogyakarta. Semoga ada tingkah polah kamu yang baru lagi. Pastinya tante kangen sama kamu. dari sekian banyak keponakan yang ada, Sakhiy yang paling bikin tante kangen (っˆ зˆ)ε ˆ).

Realisasi yang Tertunda



November 2012 saya bersama adik-adik tingkat mengikuti Roadshow Indonesia Mengajar On Kampus UNPAD dengan pembicara Pak Anies Baswedan selaku pendiri Gerakan Indonesia Mengajar. Selama acara ini berlangsung, pemikiran saya banyak yang terbuka. Indonesia itu terbentang dari Sabang sampai Merauke, tidak sebatas pulau Jawa saja yang maju dalam segala aspek. Pemerataan pun harus dilakukan supaya Indonesia ini maju bersama-sama dan tidak ada lagi daerah yang tertinggal. Pendidikan menjadi kunci untuk masyarakat yang sejahtera dan sehat. Mereka yang berprofesi sebagai TNI, POLRI, Guru, Dokter, Bidan dan Perawat sudah seharusnya meluruskan niat dan siap untuk ditempatkan di mana saja. Ini masih di Indonesia, hanya terpisah jarak saja. Melihat mereka yang menjadi Pengajar Muda adalah Sarjana Non-Pendidikan yang peduli akan pendidikan di Indonesia. Mereka rela melakukan iuran untuk satu tahun mengajar di pelosok negeri untuk membantu melunasi janji kemerdekaan dari pendiri negeri ini yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Semenjak itu saya menjadi tergugah untuk memberikan kontribusi saya terhadap negeri ini sebagai anak bangsa yang peduli akan kemajuan negerinya sendiri di masa mendatang. Meskipun kontribusi itu tidak harus mengikuti Gerakan Indonesia Mengajar ataupun SM-3T. Dengan kita mengajar dan mendidik orang terdekat juga dapat dilakukan. Akan tetapi, saya memilih untuk mengikuti program tersebut karena saya melihat senyum anak negeri yang bersemangat untuk mengenyam pendidikan dengan segala keterbatasannya. Kurangnya adalah Guru yang akan mengajar dan mendidik mereka. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Selama kesempatan itu terbuka dan berada di depan mata, mengapa harus dilewatkan? Saya memilih untuk terlibat langsung di dalamnya. ^•^

Tahun 2013, saya sudah mendapatkan izin dari orang tua untuk mengikuti program SM-3T yang diselenggarakan oleh Kemendikbud. Karena dokter tidak mengizinkan saya untuk mendaftar, saya menundanya selama satu tahun. di tahun ini, saya kembali mendaftar. Namun, sebulan sebelum mendaftar SM-3T, saya sebenarnya sudah mendaftar untuk Pengajar Muda angkatan IX dan alhamdulillah dapat lolos hingga tahap Direct Assesment saja (baca : Essay Pendek Membawaku Kembali Ke Kota Gudeg). Begitu rangkaian berhenti di tahap DA, saya melanjutkan seleksi untuk program SM-3T. Alhamdulillah terus berlanjut sampai sekarang dan akan memasuki tahap Pra Kondisi selama 12 hari sebelum diberangkatkan menuju daerah penempatan. Bagi saya, ini merupakan realisasi yang tertunda. Semoga saya dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya dengan lancar hingga satu tahun ke depan. Pilihan terbesar di mana saya akan meninggalkan semua fasilitas yang serba ada dengan fasilitas terbatas di daerah penempatan. Serta berpisah sementara waktu dengan orang-orang yang saya sayangi. I’ll missing you :’). Sekali lagi jarak bukan suatu penghalang untuk berhubungan dengan orang-orang terkasih. *cieeeee #LDR

Monday, 21 July 2014

NOSTALGIA LAGU ANAK-ANAK TAHUN 90-AN



Kalau teman-teman yang lahir di tahun 90-an pasti kenal dengan penyanyi cilik seperti Sherina, Chikita Meidy, Dhea Ananda, Bondan Prakoso, Kak Ria Enes dan Susan, Saskia & Geovany, Cindy Cenora dsb. Anak-anak sekarang sudah jarang mendengarkan lagu anak-anak. Mereka lebih mengenal lagu dari grup band ataupun boy and girl band. Tidak sengaja melihat deretan kaset dan melihat beberapa kaset yang berisi lagu anak-anak yang dulu sering di dengarkan ketika usia saya 5 tahun. ada beberapa lagu yang masih saya ingat. Setiap mendengarkan lagu-lagu itu seperti nostalgia dengan masa kanak-kanak beberapa tahun silam.


Saya akan menuliskan beberapa penggalan lirik lagu. Semoga ada yang masih mengingatnya.
Mau makan di restoran Padang, bukan berarti harus ke .. Padang
Cukup ada di sini, dekat kita sendiri
Kita tinggal menikmati

Mau makan nasi gudeg.. Jogja
Bukan berarti harus ke .. Jogja
Cukup ada di sini, dekat kita sendiri
Kita tinggal menikmati

Kalau yang ini merupakan lagu qosidah modern dari Cikitha Meidy. Judulnya Pantun Nasehat. Ada yang pernah mendengarnya? Atau sudah lupa? Hehe
Duh cantiknya bertahi lalat
Kalau senyum sangat manisnya
Jangan-jangan lupakan sholat
Iman kuat tak kan tergoda

Berburu kepadang datar
Dapat rusa sebelang kaki
Berguru kepalang ajar
Bagai bunga kembang tak jadi

Lagu-lagu itu sudah jarang terdengar, tidak seperti saat lagu itu terkenal pada masanya. Saat kerinduan melanda, saya memutarnya dalam radio tape. Kadang ada beberapa keponakan yang ikut mendengarkan bersama saya. Supaya mereka terbiasa mendengarkan lagu-lagu sesuai dengan usia mereka.

Suatu hari saya pernah bertanya kepada murid di sekolah, “apakah kalian tahu lagu balon udara, lihat lebih dekat atau persahabatan?”. Sebagian besar menjawab tidak tahu. Itu lagu dari Sherina. Hanya beberapa orang anak saja yang mengetahui lagu itu karena kakak mereka sering memutarnya di rumah. Bahkan ada yang meminta lagu tersebut pada saya setelah jam pelajaran selesai. Anak-anak pada jaman sekarang tidak mengenal lagu seperti itu kalau bukan dari orang tua ataupun kerabat lain yang memperkenalkannya.


Monday, 7 July 2014

They Are My Sister Bag. 2



Setelah Febby, Riries dan Silvia, sekarang giliran siapa ya?? Yupz.. giliran Lidya dan Annisa. Mereka berdua ini adik-adik yang paling kecil yang dekata dengan saya.


Lidya Mustikasari (@Adhe_LidYa) lebih dikenal dengan Miss Busy. Deuh... sibuknya bukan main. Haha. Beberapa organisasi di kampus dia ikuti. Pramuka, DPM, BEM, Pers Lima, dan Program Tutorial. Aktifis kampus deh. Awalnya rada nyebelin dia tuh. Pake kirim pesan singkat dengan bilang secret admire yang intinya tuh pengen pinjem buku kuliah semester 1. Heran kenapa dia bisa dapet nomor kontak saya?? Hmmm.

Ada kejadian yang membuat saya marah sama dia karena hal sepele sebenarnya. Dia tuh nginep di kost saya dan keluar dari pintu samping. Sedangkan saya sedang mandi ketika dia pamit berangkat kuliah. Selesai mandi, pintu kamar juga ikutan di kunci dari dalam. Okay! Saya terkunci di tempat kost dan ngga jadi kuliah. Alhamdulillah, ternyata kuliah dibatalkan karena dosen mendadak minta pindah ke hari lain. tetep weh kesel da di ngga bisa masuk ke kamar. Setelah di sms dia segera kembali dan membukakan pintu. Semenjak itu masih trauma kalau dia mau nginep. Hoho. *maaf teteh lama mendiamkan kamu saat itu.

Di sisi yang lainnya, Lidya sering membantu saya untuk menyelesaikan tugas kuliah ataupun hal-hal yang berkaitan dengan IT. Termasuk pemulihan akun jejaring sosial milik seseorang yang di hack dan mendekatkan saya dengan seseorang karena tanpa senagja saya menyuruh dia untuk membalas pesan di handphone. ^-^

Kata orang-orang di sekitar saya, dia punya wajah yang mirip dengan saya. Sampai mereka mengira itu adik saya atau malah kembaran saya. She is my twins, Annisa Nur Fitriani (@annisanf95). Saya saja kaget begitu tahu kalau dia punya wajah yang mirip dengan saya. Haha. Neng Tia Feriyanti yang memberitahu saya ketika rapat perdana KPU UPI Kampus Cibiru 2011. Semenjak itulah kita berdua semakin dekat. Seperti ada kontak batin sama dia tuh. Mamah juga sayang sama dia.

Tiap berkunjung ke Bandung menyempatkan untuk bertemu dengan dia. Tapi saat kunjungan akhir bulan lalu, dia sedang menjalani KKN di Garut. Komunikasi berlanjut via telepon. Ketika saya utarakan niat untuk mengikuti Program SM-3T, dia langsung kaget dan ngga percaya. “beneran teh? Makin jauh aja atuh?. Sekarang aja kangen sama teteh!”. Netes air mata saya pas dia bilang kaya gitu. Hikshiks.

Walaupun kita berdua bukan saudara kandung, tapi berasa kaya anak kembar. Haha. beberapa kali bertemu ada aja warna baju atau kerudung yang senada. Wow.. telepati. Dulu pas kegiatan PPAB, saya kedatangan tamu dari Racana Unpad, Bang Yudhi. Dia langsung bilang gini, “Ini kembaran Ka Titin yang ada di foto kan?”. Saya ngga nyangka ada yang ingat kalau Nisa itu begitu mirip dengan saya :D.


Saya tidak merasa sendiri karena memiliki banyak kakak dan adik yang dekat dengan saya. Di antaranya adalah Febby, Riries, Silvia, Lidya dan Annisa. Meskipun mereka bukan saudara kandung, saya sudah menganggap mereka seperti adik saya sendiri. Saya senang dapat mengenal kalian. Banyak warna-warni yang tergoreskan selama ini. I’ll missing you :’)

They Are My Sister Bag. 1





Saya Titin Komalasari anak pertama dari empat bersaudara. Saya menjadi anak tunggal semenjak ketiga adik kembar saya meninggal dunia di tahun 1998. Merasa sepi, sendirian di rumah mah udah biasa. Hehe. Karena itu saya mengikuti ekstrakulikuler supaya memiliki banyak teman yang dapat dijadikan seperti saudara sendiri.

Semenjak duduk di SD sampai di Perguruan Tinggi saya tetap bertahan di ekstrakulikuler Pramuka. Di sini banyak mendapat teman dan sekarang udah seperti saudara sendiri. Beberapa di antara orang yang akan saya ceritakan berasal dari Pramuka juga lho. But, I have a special person in here. Can you guess?? Let me introduce them ^-^

The special person is .... Febby Noor Fadhilah (@fenofa). Panggilan akrabnya “mby”. Dia aktif diberbagai organisasi kampus. BEM, Program Tutorial, KPM dan Pers Lima. Itu juga yang saya ketahui. *kalau ada yang kurang mohon dikoreksi :D. Dulunya sebatas kenal aja sama mby tuh. Semenjak bergabung di kepengurusan BEM UPI Kampus Cibiru Periode 2012, saya semakin dekat dengan sosok yang ceria, rada tomboi dan penuh semangat ini.

Saya salut sama mby. Banyak organisasi yang diikuti, tapi tidak menyepelekan tugas utamanya untuk kuliah. Meskipun IPK dia pernah turun karena kehilangan fokus dan kelelahan. Sampai saya ngga percaya kalau seorang yang tangguh tanpa angkuh ini di rawat di RS selama pekan sunyi. Saya kira ocehan di twitter mengenai dokter cakep dan perawat cantik itu hanya gurauan saja. Mungkin lagi medical check up. Duh... nyesel bangetlah sampe ngga peka gitu :’(.*maaf mby

Hal berkesan mengenai mby itu ketika harus memajukan Seminar Public Speaking karena ada salah satu provider telepon seluler yang sedang mencari kegiatan kampus untuk disponsori kegiatannya. Bak gayung bersambut, mby langsung bersemangat untuk memanjukan Seminar tersebut dan segera mengumpulkan beberapa rekan-rekan BEM untuk bergabung dalam kepanitiaan. Satu hal yang saya suka dari kepeminpinan dia itu, ketika membebaskan setiap orang untuk memilih job desk sesuai dengan kemampuan yanng dimiliki. Hal ini bertujuan agar kinerjanya maksimal dan tidak akan mengambil job desk orang lain. intinya mah fokus pada satu titik dan eksplorasi kemampuanmu.

Berikutnya adalah gadis penyuka stoberi. Semua pernak-pernik di kamar kostnya juga stroberi. Siapa lagi kalau bukan Novia Riries Yuriska (@n_rieries). Mahasiswa jurusan PGSD UPI Kampus Purwakarta Angkt. 2010. Februari 2011 merupakan awal pertemuan saya dengannya. Seingat saya mah pas sosialisasi UU tentang Gerakan Pramuka di UPI Bumi Siliwangi. Dulu dikenalin sama teh Nabila dan Ka Ghulam (KDR Purwadwiloka & Purwadwiguna). Pas Latgab di UPI Kampus Serang kita berdua makin deket. Hoho. Nambah adik ceritanya :D

Di tahun 2012 dia ada kunjungan ke SD Lab Kampus Cibiru, disempatkan untuk bertemu. Walaupun sebentar dan sekedar untuk berfoto juga. Haha. *narsis. Ngga Cuma ketemu sama dia aja, tapi juga ada beberapa teman-teman dari Racana UPI Kampus Purwakarta yang saya temui dan teh mby (febby) juga ikutan foto bareng. Hehe

Tahun berikutnya dipertemukan kembali di TCA yang bertempat di kampusnya. Saling melepas rindu dan ngerepotin malahan di kostnya. Dia tetap ceria seperti sebelumnya. Pernak-pernik stoberi yang selalu mengingatkan saya padanya. Ada yang hampir terlupakan, dia tuh atlet volly di TCA :D. Saya mah anti sama begituan. Trauma hidung sampe berdarah karena bola voli :p

Ini yang paling riweuh. *oopss. Keturunan minang yang tinggal di Serang, Banten. Jreng jreng ..... Silvia Yuliana (@silviayulianaaa). Karena orang Padang, saya panggil dia dengan sebutan Uni. Yeee itu mah panggilan untuk anak perempuan yang lebih tua di tanah Minang. Ketemu sama uni aja sekilas. Itu juga di Latgab 2013 yang diselenggarakan Racana UPI Kampus Sumedang.

Awalnya ngobrol di jejaring sosial hingga berlanjut ke layar handphone sampai sekarang lho. Udah kaya pasangan yang hubungan jarak jauh gitu. Kerennya mah LDR :p. Bisa dibilang dia tuh orang yang paling sering telepon dibandingkan orang yang deket sama saya mah #eh malah curhat ;p. Aduh, ngga kebayang deh kalau kita berdua bertemu rempong dan riweuhnya kaya apa. Haha. Aa Awaludin Syarif tuh yang biasa komen :D >.<. Beberapa hari lagi kita akan berjumpa uni. Hihi

Uni Silvia yang ceria ini paling suka bikin saya khawatir. Lho ko bisa?? Tengah malem tiba-tiba dapet pesan kalau dia pendarahan di hidung dan tangan. Besok paginya di rawat. Selama PPL beberapa kali jatuh dari motor. Horror jadinya. Aaaa..... uni mau punya ade lagi ya? Terakhir kalinya dia jatuh dari motor itu masih sempet telepon sambil nangis. Alhamdulillah ngga ada luka yang serius, tapi tetep berdarah-darah dan celana sobek. Instagramnya juga langsung penuh sama foto bekas kecelakaan. Itulah uni Silvia yang riweuh, ceria dan hati-hati kalau bermasalah sama dia. Langsung di sidang saat itu. Pokoknya mah kudu beres hari itu juga.

Alhamdulillah sekarang ketiganya sudah menyelesaikan kuliah dan sudah menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd) di belakang nama mereka. Semoga ilmunya bermanfaat dan barokah. Amin

To be continue ^-^