Sunday, 18 August 2013

Titip Rindu Untuk Mentari



“Tak sabar menanti datangnya pagi
Melihat kilauan mentari
Seperti hadirmu saat ini
Menyapa kembali jiwa yang sunyi”


 picture from Rendy Cullen, Mt. Bromo

Mentari kembali meyapa bumi dengan kehangatannya sepanjang hari dan tak kenal lelah. Itu seperti sosokmu yang menghangatkan kembali relung jiwa yang sunyi ini. Hadirmu kini membawa warna baru dalam mozaik hidupku. Tak dapat aku pungkiri kalau senyumanmu itu membuatku rindu.



Aku titipkan sebingkai rindu ini untukmu. Inginku melihat kembali senyuman yang terpancar dari wajahmu. Seperti wajahku yang memerah mana kala mentari menyentuh wajahku dan mengembangkan senyum untukmu. Pagi itu mentari kembali menyentuh kulit kita berdua dengan kehangatannya. Kita berdua duduk saling menatap rindu yang terpancar dari bola mata cokelat dengan penuh keyakinan kalau kita akan dipertemukan kembali dalam nuansa yang lebih indah.

Mentari pagipun berganti menjadi senja. Ini masih senja yang sama seperti sebelumnya. Hanya saja kini aku menikmati senja bersamamu diantara rindangnya pepohonan di bukit belakang tak jauh dari rumah. Lembayung senja menutup perjalanan kita sore itu. Hidup itu butuh keseimbangan. Ada hitam, pasti ada putih. Seperti mentari pagi dan lembayung senja di sore hari.

picture from travel.detik.com



Alunan lagu dari yovie nuno masih jelas terdengar dari netbook sepanjang perjalanan pulang mengantarmu kembali ke kotamu. “Berikanlah aku sedikit waktu, untuk mengungkapkan sebingkai kata rindu. Pulangkanlah aku ke dalam jiwamu, ‘kan kurangkai kisah yang terindah untukmu”
 
“You come into my life bring joyfull and happiness. It’s like a sunrise who brighten up of my life.”- Mr. N






No comments:

Post a Comment